Arsip untuk November, 2012

“MENJADI KAYA YANG BERKAH & DICINTAI ALLAH”
Cinta Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) kpd hamba-Nya tidak tergantung pd keadaan miskin atau kaya. Banyak orang miskin yg dicintai Allah SWT, demikian juga banyak orang kaya yg menjadi kekasih-Nya.

Kekayaan boleh jadi pula menjadi perantara menjadikan kita sebagai hamba yang dimuliakan Allah SWT. Baginda Nabi saw bersabda : “Harta kekayaan adalah sebaik-baik penolong bagi ketaqwaan kpd Allah.” (HR. Ad-Dailami). Baginda Nabi saw bersabda : “Pada akhir zaman kelak manusia harus menyediakan hartanya untuk menegakkan urusan agama dan urusan dunianya.” (Riwayat Ath-Thabrani)

Kekayaan seperti apa yg harus kita bangun?
KRITERIA KAYA :

Pertama, kaya secara fisik. Kesehatan merupakan kekayaan yg tak ternilai.
Kedua, kekayaan secara finansial. seseorang dpt disebut kaya secara finansial jika total aset yg dimiliknya (rumah, kendaraan, tabungan, peralatan, dsb) melebihi total hutangnya. Pendapatannya harus meningkat; rasio kekayaannya lebih dari satu.
Ketiga, kekayaan secara mental (character building). Ini berkaitan “siapa” menguasai “siapa”. Jika bertambahnya uang (kekayaan) menjadikan kita sombong, maka kita dikuasai oleh uang (kekayaan). Demikian juga bertambahnya uang membuat kita malas bekerja.

Tips menjadi orang kaya yg berkah & dicintai Allah SWT: 

1. Miliki Ilmunya. Allah SWT berfirman, “Allah akan meninggikan orang2 yg beriman diantaramu dan orang2 yg diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat,” (QS. Al-Mujadilah : 11)

2. Bekerjalah yg keras. “Seseorang tidak mendapatkan sesuatu kecuali apa yg telah diusahakannya,” (QS. An-Najm: 39)

3. Tinggalkan gaya hidup boros dan bermewah-mewah. “Jangan kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros, sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syaithan. Dan syaithan itu sangat ingkar kepada Tuhannya,” (QS. Al-Isra’ : 26-27)

4. Menabunglah untuk pengeluaran yg akan datang. Keperluan hidup seseorang tidak hanya sebatas hari ini saja. untuk menikah, kelahiran anak dan pendidikannya, berzakat, menunaikan ibadah haji, masa tua dsb.

5. Berta’awwun (tolong-menolong) dg orang lain, khususnya dg sesama muslim. “Dan tolong-menolonglah kamu dlm (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dlm berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya amat berat siksa-Nya,”
(QS. Al-Maidah : 2)

6. Terimalah pemberian Allah dg sikap ridho.
Rasulullah saw bersabda : “Jagalah dirimu dari perkara-perkara yang haram niscaya engkau menjadi manusia yg paling ‘abid, dan terimalah dg penuh kerelaan akan pembagian yg telah ditentukan Allah kepadamu niscaya engkau akan menjadi manusia yg paling kaya.” (Riwayat Imam Ahmad)

7. Selalu berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kebaikan kehidupan dunia yg sekaligus berbuah kebaikan bagi akhirat kita. Bermunajatlah, “Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka,” (QS. Al-Baqarah : 201)

Disarikan dari koleksi pustaka, Majalah Hidayatullah, Nov 2007.

Iklan