Menghampiri Allah dengan Bekal TAQWA dan IKHLAS

Posted: 30 Oktober 2011 in Uncategorized

MENGHAMPIRI ALLAH DENGAN BEKAL TAQWA DAN IKHLAS

Ibadah haji dilakukan di bulan Dzulhijjah yang sangat dimuliakan kaum Muslimin. Mekkah adalah kota yang aman dan damai. Kota padang pasir ini tidak di cirikan oleh ketakutan, kebencian dan perang, tetapi oleh keamanan dan kedamaian. Di kota ini sangat terasa suasana ibadah di mana manusia bebas menghadap Allah Yang Maha Besar.

Eksistensi manusia tidak ada artinya kecuali jika tujuan hidupnya adalah untuk mendekati Allah. Bebaskanlah diri kalian dari segala kebutuhan dan ketamakan yang membuat kalian lupa kepada Allah. Oleh karena itu lakukanlah perjalanan umroh dan haji dan  “Kunjungilah” Allah Yang Maha Besar!

Engkau dan setiap anggota tubuhmu bertanggung jawab terhadap amal perbuatanmu. Ketika berada di dalam “rumah perbaikan” ini, bersiap-siaplah engkau untuk “rumah pengadilan”. Matilah sebelum engkau mati – pergi dan tunaikanlah ibadah haji! Ibadah haji mencerminkan kepulanganmu kepada Allah yang mutlak, yang tidak memiliki keterbatasan, dan yang tak diserupai oleh sesuatupun jua. Pulang kepada Allah adalah sebuah gerakan menuju kesempurnaan, kebaikan, keindahan, kekuatan, pengetahuan, nilai dan fakta-fakta. “Sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah dan kepada-Nya kita akan kembali. (QS.17:36).  Segala urusan terserah kepada Allah. (QS.2:156). Allah tidak jauh dari kita; oleh karena itu marilah kita menghampiri-Nya. Sesungguhnya Allah lebih dekat daripada urat di tenggorokan kita. (QS.50:16)

Kini lepaskanlah pakaianmu dan tinggalkanlah di Miqat. Kenakanlah kain kafan, kain putih sederhana. Yang engkau kenakan adalah pakaian yang sama seperti yang dikenakan oleh orang-orang lainnya. Saksikan betapa keseragaman yang terjadi! Jadilah sebuah partikel dan ikutilah massa. Laksana setetes air, masuklah engkau ke dalam samudera. Janganlah tinggi hati karena engkau disini bukan untuk mengunjungi seorang manusia, tetapi hendaklah engkau berendah hati karena engkau hendak mengunjungi Allah. Hendaklah engkau menjadi seorang manusia yang menyadari kefanaannya atau menjadi manusia fana yang menyadari eksistensinya.

Di miqat ini, apapun ras dan sukumu, lepaskanlah semua pakaian kepalsuan yang engkau kenakan sehari-hari sebagai :

  • Serigala, yang melambangkan kekejaman dan penindasan
  • Tikus, yang melambangkan kelicikan
  • Domba, yang melambangkan penghambaan
  • Kera yang melambangkan keserakahan

Tinggalkanlah semua pakaian itu di Miqat dan kenakanlah ihram yang terdiri dua helai kain putih dari bahan yang sangat sederhana. Disini tidak ada gaya atau bahan-bahan yang khusus, tidak ada perbedaan seseorang dengan yang lainnya. Di Miqat ini juga, kuburlah dalam-dalam segala keakuan dan kecenderungan yang mementingkan diri sendiri. Di Miqat ia mengalami kematian dan kebangkitan-kembali. Kemudian dia harus melanjutkan perjalanan menempuh padang pasir yang terletak diantara Miqat dan Mi’ad. Beginilah pemandangan yang akan kita saksikan di hari kiamat nanti. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah “gelombang manusia-manusia yang berpakaian serba putih. Jasad-jasad mereka telah ditinggalkan di Miqat dan yang bergerak ini adalah ruh-ruh mereka. Didalam keadaan ihram ini, lupakanlah segala sesuatu yang mengingatkan engkau kepada kehidupanmu. Kuburlah semua ego dan kecenderungan individual. Semua melebur menjadi satu “bangsa” atau satu “ummah”. Semua keakuan telah mati di Miqat dan yang berkelanjutan adalah “kita”. Ketika meninggalkan Mina engkau harus telah berintegrasi dengan ummat ini. Demikianlah yang telah dilakukan Ibrahim dan dirimu pun diharapkan hal yang sama.

Satu adalah semua dan semua adalah satu. Setiap manusia adalah sama. Inilah ummat atau kaum yang berada diatas jalan kebenaran. Setiap orang yang melaksanakan ibadah haji telah berpaling dari dirinya sendiri dan menghadap kepada Allah. Ia telah dirahmati Allah dengan ruh-Nya. Engkau telah meninggalkan tempat pengasingan dan kini engkau sedang berada dalam perjalanan menuju akhirat. Sebelum menunaikan ibadah haji manusia lupa kepada persamaan diantara sesama mereka. Mereka tercerai berai karena kekuatan, kekayaan, keluarga, tanah, dan ras mereka.  Pengalaman haji membuat mereka dapat menemukan diri mereka sendiri dan pandangan bahwa mereka semua adalah “satu” dan masing-masing diantara mereka tidak lebih daripada seorang “manusia”.

Tujuan kita bukanlah “untuk  Allah” tetapi untuk mendekatkan diri kita kepada-Nya. Allah tidak jauh dari kita; oleh karena itu marilah kita berusaha  untuk menghampirinya. Sesungguhnya Allah lebih dekat dengan kita daripada kita dengan diri kita sendiri. Kami lebih dekat kepadamu daripada urat di tenggorokanmu (QS 50:16). Sebaliknya, segala sesuatu yang selain daripada Allah adalah terlampau jauh untuk dicapai !

Wahai manusia! Semua malaikat bersujud kepadamu. Tetapi karena pengaruh masyarakat lingkunganmu, lama-kalamaan engkau sangat berubah. Engkau tidak lagi berpegang kepada janjimu untuk tidak menyembah siapapun kecuali Allah. Sebaliknya engkau menghamba kepada berhala-berhala yang sebagiannya adalah ciptaan manusia. Ciri hidupmu adalah loyalitas kepada individu-individu lain, pemujaan diri sendiri, kejam, bodoh, tidak ber-arah tujuan, tamak dan rakus ! Kehidupan ini telah membuat kalian memiliki sifat-sifat kebinatangan. Kalian bagaikan srigala, tikus, kera dan domba ! (Simbolis untuk sifat kejam, penipu, licik, rakus dan perbudakan)

Wahai manusia ! Kembalilah kepada awal-mulamu yang sediakala ! Tunaikanlah ibadah umroh dan haji, jumpailah sahabat-terbaikmu yang telah menciptakanmu sebagai makhluk yang terbaik di antara semua makhluk ciptaan-Nya. Dia sedang menantikan kedatanganmu. Tinggalkanlah istana-istana kebesaran, gudang-gudang kekayaan, dan kuil-kuil yang menyesatkan. Lepaskanlah dirimu dari kawanan binatang yang di gembalakan oleh serigala. Ikutilah rombongan Mi’ad yang menuju rumah Allah atau rumah ummat manusia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s