Arsip untuk Oktober, 2011

MENGHAMPIRI ALLAH DENGAN BEKAL TAQWA DAN IKHLAS

Ibadah haji dilakukan di bulan Dzulhijjah yang sangat dimuliakan kaum Muslimin. Mekkah adalah kota yang aman dan damai. Kota padang pasir ini tidak di cirikan oleh ketakutan, kebencian dan perang, tetapi oleh keamanan dan kedamaian. Di kota ini sangat terasa suasana ibadah di mana manusia bebas menghadap Allah Yang Maha Besar.

Eksistensi manusia tidak ada artinya kecuali jika tujuan hidupnya adalah untuk mendekati Allah. Bebaskanlah diri kalian dari segala kebutuhan dan ketamakan yang membuat kalian lupa kepada Allah. Oleh karena itu lakukanlah perjalanan umroh dan haji dan  “Kunjungilah” Allah Yang Maha Besar!

Engkau dan setiap anggota tubuhmu bertanggung jawab terhadap amal perbuatanmu. Ketika berada di dalam “rumah perbaikan” ini, bersiap-siaplah engkau untuk “rumah pengadilan”. Matilah sebelum engkau mati – pergi dan tunaikanlah ibadah haji! Ibadah haji mencerminkan kepulanganmu kepada Allah yang mutlak, yang tidak memiliki keterbatasan, dan yang tak diserupai oleh sesuatupun jua. Pulang kepada Allah adalah sebuah gerakan menuju kesempurnaan, kebaikan, keindahan, kekuatan, pengetahuan, nilai dan fakta-fakta. “Sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah dan kepada-Nya kita akan kembali. (QS.17:36).  Segala urusan terserah kepada Allah. (QS.2:156). Allah tidak jauh dari kita; oleh karena itu marilah kita menghampiri-Nya. Sesungguhnya Allah lebih dekat daripada urat di tenggorokan kita. (QS.50:16)

Kini lepaskanlah pakaianmu dan tinggalkanlah di Miqat. Kenakanlah kain kafan, kain putih sederhana. Yang engkau kenakan adalah pakaian yang sama seperti yang dikenakan oleh orang-orang lainnya. Saksikan betapa keseragaman yang terjadi! Jadilah sebuah partikel dan ikutilah massa. Laksana setetes air, masuklah engkau ke dalam samudera. Janganlah tinggi hati karena engkau disini bukan untuk mengunjungi seorang manusia, tetapi hendaklah engkau berendah hati karena engkau hendak mengunjungi Allah. Hendaklah engkau menjadi seorang manusia yang menyadari kefanaannya atau menjadi manusia fana yang menyadari eksistensinya.

Di miqat ini, apapun ras dan sukumu, lepaskanlah semua pakaian kepalsuan yang engkau kenakan sehari-hari sebagai :

  • Serigala, yang melambangkan kekejaman dan penindasan
  • Tikus, yang melambangkan kelicikan
  • Domba, yang melambangkan penghambaan
  • Kera yang melambangkan keserakahan

Tinggalkanlah semua pakaian itu di Miqat dan kenakanlah ihram yang terdiri dua helai kain putih dari bahan yang sangat sederhana. Disini tidak ada gaya atau bahan-bahan yang khusus, tidak ada perbedaan seseorang dengan yang lainnya. Di Miqat ini juga, kuburlah dalam-dalam segala keakuan dan kecenderungan yang mementingkan diri sendiri. Di Miqat ia mengalami kematian dan kebangkitan-kembali. Kemudian dia harus melanjutkan perjalanan menempuh padang pasir yang terletak diantara Miqat dan Mi’ad. Beginilah pemandangan yang akan kita saksikan di hari kiamat nanti. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah “gelombang manusia-manusia yang berpakaian serba putih. Jasad-jasad mereka telah ditinggalkan di Miqat dan yang bergerak ini adalah ruh-ruh mereka. Didalam keadaan ihram ini, lupakanlah segala sesuatu yang mengingatkan engkau kepada kehidupanmu. Kuburlah semua ego dan kecenderungan individual. Semua melebur menjadi satu “bangsa” atau satu “ummah”. Semua keakuan telah mati di Miqat dan yang berkelanjutan adalah “kita”. Ketika meninggalkan Mina engkau harus telah berintegrasi dengan ummat ini. Demikianlah yang telah dilakukan Ibrahim dan dirimu pun diharapkan hal yang sama.

Satu adalah semua dan semua adalah satu. Setiap manusia adalah sama. Inilah ummat atau kaum yang berada diatas jalan kebenaran. Setiap orang yang melaksanakan ibadah haji telah berpaling dari dirinya sendiri dan menghadap kepada Allah. Ia telah dirahmati Allah dengan ruh-Nya. Engkau telah meninggalkan tempat pengasingan dan kini engkau sedang berada dalam perjalanan menuju akhirat. Sebelum menunaikan ibadah haji manusia lupa kepada persamaan diantara sesama mereka. Mereka tercerai berai karena kekuatan, kekayaan, keluarga, tanah, dan ras mereka.  Pengalaman haji membuat mereka dapat menemukan diri mereka sendiri dan pandangan bahwa mereka semua adalah “satu” dan masing-masing diantara mereka tidak lebih daripada seorang “manusia”.

Tujuan kita bukanlah “untuk  Allah” tetapi untuk mendekatkan diri kita kepada-Nya. Allah tidak jauh dari kita; oleh karena itu marilah kita berusaha  untuk menghampirinya. Sesungguhnya Allah lebih dekat dengan kita daripada kita dengan diri kita sendiri. Kami lebih dekat kepadamu daripada urat di tenggorokanmu (QS 50:16). Sebaliknya, segala sesuatu yang selain daripada Allah adalah terlampau jauh untuk dicapai !

Wahai manusia! Semua malaikat bersujud kepadamu. Tetapi karena pengaruh masyarakat lingkunganmu, lama-kalamaan engkau sangat berubah. Engkau tidak lagi berpegang kepada janjimu untuk tidak menyembah siapapun kecuali Allah. Sebaliknya engkau menghamba kepada berhala-berhala yang sebagiannya adalah ciptaan manusia. Ciri hidupmu adalah loyalitas kepada individu-individu lain, pemujaan diri sendiri, kejam, bodoh, tidak ber-arah tujuan, tamak dan rakus ! Kehidupan ini telah membuat kalian memiliki sifat-sifat kebinatangan. Kalian bagaikan srigala, tikus, kera dan domba ! (Simbolis untuk sifat kejam, penipu, licik, rakus dan perbudakan)

Wahai manusia ! Kembalilah kepada awal-mulamu yang sediakala ! Tunaikanlah ibadah umroh dan haji, jumpailah sahabat-terbaikmu yang telah menciptakanmu sebagai makhluk yang terbaik di antara semua makhluk ciptaan-Nya. Dia sedang menantikan kedatanganmu. Tinggalkanlah istana-istana kebesaran, gudang-gudang kekayaan, dan kuil-kuil yang menyesatkan. Lepaskanlah dirimu dari kawanan binatang yang di gembalakan oleh serigala. Ikutilah rombongan Mi’ad yang menuju rumah Allah atau rumah ummat manusia.

Iklan

Islamic Greeting Card

Posted: 29 Oktober 2011 in Uncategorized

Islamic Greeting Card

Posted: 29 Oktober 2011 in Uncategorized

PESAN BIJAK IMAM AL-GHAZALI

Posted: 29 Oktober 2011 in Uncategorized
JUST ANDI FIRDAUS QUOTE

PESAN BIJAK IMAM AL-GHAZALI

Duhai anakku!

Nasihat itu mudah, yang sulit adalah menerimanya; karena terasa pahit oleh hawa nafsu yang menyukai segala yang terlarang. Terutama di kalangan penuntut ilmu yang membuang- buang waktu dalam mencari kebesaran diri dan kemegahan duniawi. Ia mengira bahwa di dalam ilmu tak bersari itulah terkandung keselamatan dan ke bahagiaan, dan ia menyangka tak perlu beramal. Inilah kepercayaan filsuf-filsuf.

Ia tidak tahu bahwa ketika telah ada pada seseorang ilmu, maka apa yang memberatkan, seperti disabdakan Rasulullah saw, “Orang yang berat menanggung siksa di hari kiamat ialah orang yang berilmu namun tidak mendapat manfaat dari ilmunya itu.”

Duhai anakku!

Janganlah engkau hidup dengan kemiskinan amal dan kehilangan kemauan kerja. Yakinlah bahwa ilmu tanpa amal semata-mata tiak akan menyelamatkan orang.

Jika di suatu medan pertempuran ada seseorang yang gagah berani dengan persenjataan lengkap dihadapkan dengan seekor singa yang galak, dapatkah senjatanya melindunginya dari bahaya, jika tidak diangkat, dipukulkan, dan ditikamkan? Tentu saja tidak akan menolong, kecuali jika diangkat, dipukulkan, dan ditikamkan!

Demikian pula, jika seseorang membaca dan mempelajari seratus ribu masalah ilmiah, jika tidak diamalkan maka tidaklah akan mendatangkan faedah.

Duhai anakku!

Berapa malam engkau berjaga guna mengulang-ulang ilmu, membaca buku, dan engkau haramkan tidur atas dirimu. Aku tidak tahu, apa yang menjadi pendorongmu. Jika yang menjadi pendorongmu adalah kehendak mencari material dan kesenangan dunia, atau mengejar pangkat atau mencari kelebihan atas kawan semata, maka malanglah engkau.

Namun jika yang mendorongmu adalah keinginan untuk menghidupkan syariat Rasulullah saw, dan menyucikan budi pekertimu, dan menundukkan nafsu yang tiada henti mengajak kepada kejahatan, maka mujurlah engkau. Benar sekali kata seorang penyair, “Biarpun ngantuk menyiksa mata, akan percuma semata-mata. Jika tak karena Allah semata.”

Duhai anakku!

Hiduplah sebagaimana maumu. Namun ingat! Bahawasanya engkau akan mati. Dan cintailah siapa yang engkau sukai. Namun ingat! Engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah seperti yang kau kehendaki. Namun ingat! Engkau akan menerima balasannya nanti.

"ALLAH MAHA ESA, ALLAH MAHA PEMURAH" JUST ANDI FIRDAUS QUOTE

“ALLAH MAHA ESA, ALLAH MAHA PEMURAH”

“Nikmat, kendati bermacam bentuknya, namun hanya karena menyaksikan dan mendekat kepada Tuhan (Robb). Dan azab, walau beragam bentuknya, tetapi hanya karena adanya hijab-Nya. Maka, sebab azab adalah adanya hijab, dan penyempurnaan nikmat adalah dengan memandang wajah yang Maha Pemurah.”

Setiap segi ketentraman dan kegembiraan terkait dengan rahmat abadi yang memancar dari Sang Sumber. Semakin kesenanganmu bertahan lama, mudah diperoleh, dan dapat diandalkan, semakin dekat pula engkau ke pintu Zat-Nya. Sebaliknya, semakin kegembiraanmu bersifat sementara, semakin jauh engkau dari Sang Sumber. Namun, Allah memberimu nikmat-nikmat sesaat untuk membawamu lebih dekat kepada-Nya, sampai engkau tak lagi merasakan jauh dan engkau benar-benar menyaksikan kehadiran-Nya. [ ]

Hujan Badai

Cuaca Ekstrim, Hati-hati

Akhir-akhir ini ibukota Jakarta dilanda cuaca ekstrim, dimana suhu udara di pagi dan jelang siang begitu panas menyengat sedangkan di saat sore menuju malam hujan mengguyur dengan hebatnya disertai angin kencang ditandai pohon-pohon yang bertumbangan di beberapa ruas jalan protokol ibukota menambah kemacetan luar biasa. Bagi pengendara motor dan mobil tentunya perlu banyak-banyak berdoa dan berhati-hati agar dilindungi dari segala marabahaya dan diberikan keselamatan. Di beberapa kota di negara Asia Tenggara terjadi banjir besar seperti melanda ibukota Thailand, Bangkok. So, ucapkan basmallah dan perbanyak dzikrullah di saat kita berkendara dan di perjalanan…

SYAFIRA MADANIYA RAHMA

SYAFIRA

Alhamdulillah putri keduaku sudah lahir dg sehat & selamat, hari Kamis tgl 20/10/2011 Pkl. 09.45 WIB di RS. Marinir Cilandak. Kini putriku yg pertama punya seorang adik kecil yg cantik & lucu… Amanah dua orang putri, semoga menjadi anak yg shaliha… Aamiin ya mujib ya robbal’alamiin….